Blogroll

Pages

Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan

Apple dan Samsung berebut penambangan Timah Di Pulau Bangka

Rabu, 18 Desember 2013



kompas.com Apple dilaporkan bakal menyelidiki penambangan timah ilegal di Indonesia, tepatnya di Pulau Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hal ini adalah bagian dari upaya produsen gadget dan komputer tersebut untuk mempertanggungjawabkan dampak kegiatan industrinya.

Timah dari Pulau Bangka dipakai sebagai bahan baku pembuatan produk-produk Apple yang populer di seantero dunia, seperti iPhone dan iPad. Seperti dikutip dari The Next Web, timah dipakai sebagai materi produksi oleh 249 pemasok komponen untuk Apple.

Akan tetapi, laporan dari grup internasional pencinta lingkungan, Friends of the Earth, mengklaim bahwa timah dalam komponen yang dipasok ke Apple antara lain diperoleh melalui penambangan ilegal di Pulau Bangka.

Penambangan ilegal ini disebutkan "merusak hutan tropis, membunuh terumbu karang, dan mengganggu kehidupan masyarakat sekitar" di kepulauan yang dimaksud.

Kondisi penambangan timah ilegal di Pulau Bangka dan Belitung yang menghasilkan 90 persen produksi timah di Indonesia juga dikatakan "berbahaya" dan mengancam jiwa para petambang yang ikut serta. Pada 2011, setiap minggunya, seorang petambang ilegal kehilangan nyawa karena kecelakaan.

Untuk menindaklanjuti kekhawatiran soal penambangan timah tersebut, Apple bersama koalisi  Electronic Industry Citizenship Coalition (EICC) membentuk investigasi untuk meninjau aktivitas penambangan timah di Pulau Bangka.

"Kami mendanai studi pertambangan di daerah tersebut agar bisa mengerti situasinya dengan lebih baik," tulis Apple dalam pernyataan pertanggungjawaban pasokan komponen di situsnya.

Selain Apple, raksasa elektronik Korea, Samsung, juga diketahui mengambil bahan timah untuk bahan produksi dari kepulauan Bangka. 

"Meski tak memiliki hubungan langsung dengan para pemasok dari Bangka, kami mengerti bahwa sebagian timah yang kami pakai berasal dari daerah ini," tulis Samsung dalam pernyataan yang dilayangkan kepada Friends of the Earth, sebagaimana dikutip oleh The Verge.

Samsung telah menyatakan diri siap bertindak dan telah mendanai sebuah penelitian terkait soal penambangan timah di Bangka.

Biasa Bertablet dan Laptop Murid TK Aneh liat Komputer Berkonde (Monitor CRT)



Nura Uma Annisa, guru komputer TK Islam Al-Azhar 22 Semarang, mendampingi anak muridnya dalam menggunakan tablet dan laptop untuk belajar, Selasa (17/12/2013)
KOMPAS.com — Bukan tanpa alasan TK Islam Al-Azhar 22 ingin mengikuti lomba IT Makeover Contest Microsoft demi mendapat hadiah berupa "modernisasi" perangkat keras dan lunak.

Sebelum muncul menjadi pemenang kompetisi tersebut, taman kanak-kanak di Semarang, Jawa Tengah, ini sempat tertinggal dari anak muridnya sendiri soal tren gadget terkini.

"Di rumah, mereka sudah terbiasa dengan gadget dan touchscreen, sementara komputer kami saja dulu layarnya 'berkonde'," ujar Nura Uma Annisa, guru komputer di sekolah itu, ketika ditemuiKompasTekno seusai mengajar, Selasa (17/12/2013) siang.

Annisa mengacu pada layar monitor tabung CRT yang bentuknya menggembung ke belakang, mirip tatanan rambut konde.

Monitor jadul disentuh-sentuh

Lantaran sudah akrab dengan gadget itu, lanjut Annisa, banyak anak muridnya yang berusaha menyentuh-nyentuh layar monitor begitu menghadapi komputer desktop di sekolah. Padahal alat tua itu tak pernah dirancang untuk menanggapi input selain dari mouse dan keyboard.

Perangkat lunak di komputer tak kalah antik, yaitu berbasis Windows XP dan paket Word 2003 yang sudah tertinggal dibandingkan software masa kini.

"Interaksi dengan (Windows) XP kan terbatas sekali. Hanya bisa video, setelah itu selesai. Padahal anak-anak sekarang suka sekali dengan teknologi layar sentuh," ujar Windows Business Group Head Microsoft Indonesia Lucky Gani.

TK Islam Al-Azhar 22 pun berusaha menutup "kesenjangan" teknologi dengan para muridnya tersebut. Hal ini dipandang penting karena anak-anak umumnya memandang gadget  sebagai media hiburan semata.

Agar mereka bisa melihat kegunaan lain yang lebih bermanfaat dari perangkat elektronik digital, pihak sekolah ingin membimbing dengan memakai gadget dalam proses belajar. Harapannya, anak-anak nanti akan mampu memanfaatkan teknologi untuk mencari ilmu, bukan hanya bermain.

Menang kontes 

Beruntung, video proposal yang dikirim TK Islam Al-Azhar 22 Semarang terpilih menjadi juara pertama kontes IT Makeover Microsoft yang berakhir pada awal September lalu. Berbekal sejumlah perangkat keras dan lunak yang dihadiahi oleh pihak penyelenggara, sekolah itu kini lebih up-to-datedengan perkembangan zaman.

Kehadiran aneka gadget seperti tablet dan laptop di sekolah rupanya memberi angin segar terhadap suasana belajar di taman kanak-kanak tersebut.

"Anak-anak lebih antusias karena (teknologi) sekolah jadi setara dengan apa yang mereka temukan di rumah," terang Annisa, seraya menambahkan bahwa banyak wali murid meminta materi pengajaran kepada pihak sekolah agar bisa mengajar anak di rumah lewat gadget masing-masing.

Guru pun dipermudah dengan kehadiran teknologi baru yang menawarkan bermacam sarana interaksi. "Mengondisikan anak, kini lebih mudah. Tinggal 'klik' untuk melakukan sesuatu, mereka pun langsung duduk manis di karpet," ujar Annisa lagi.